
hitung kapan kedua mobil balap di atas akan bertemu?
Penyelesaian:
s = sA - sB
s = (VoA + ½ aA.t2) - (VoB + ½ aB.t2)
s = (VoA - VoB)t + ½ (aA - aB)t2
½ (aA - aB)t2 + (VoA - VoB)t – s = 0 x 2
(aA - aB)t2 + 2(VoA - VoB)t – 2s = 0


Minggu, 29 Maret 2009
Tugas Liburan 3 : Kapan mobiil balap ini akan bertemu?
Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 10.08 0 komentar
Tugas Liburan 2 : Kapan akan bertemu?

Kapan kedua mobial akan bertemu??
Penyelesaian:
s = sA + sB
s = (VoA + ½ aA.t2) + (VoB + ½ aB.t2)
s = (VoA + VoB)t + ½ (aA + aB)t2
½ (aA + aB)t2 + (VoA + VoB)t – s = 0 x 2
(aA + aB)t2 + 2(VoA + VoB)t – 2s = 0


Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 09.53 0 komentar
Selasa, 24 Maret 2009
Tugas Liburan
Diketahui grafik hubungan kecepatan (v) dan waktu (s) seperti di bawah ini
hitunglah:
Panjang lintasan saat 5 detik pertama?
b. Percepatan dari detik 0 sampai detik 1?
c. Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5?
a) Panjang lintasan (s) saat detik ke:
0 – 1 : s = ½ t (vt + vo) => s = ½ . 1 (80 + 40) => s = 60 satuan
1 – 4 : s = ½ t (vt + vo) => s = ½ . 3 (80 + 80) => s = 240 satuan
4 – 5 : s = ½ t (vt +vo) => s = ½ . 1 (20 + 80) => s = 50 satuan
Panjang lintasan saat 5 detik pertama adalah 60 + 240 + 50 = 350 satuan.
b) Percepatan dari detik 0 sampai detik 1:
Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5:
pada jawaban di atasa diketahui grafik mengalami perlambatan.
Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 07.37 0 komentar
Senin, 09 Maret 2009
PERTEMUAN 1 : BESARAN DAN SATUAN
Dalam pelajaran fisika kita pasti akan sering menemui besaran dan satuana. Dalam fisika Besaran Fisika ada 2 yaitu:
Konseptual
- Besaran Pokok : Besaran yang ditetapkan dengan suatu standar ukuran. Yang Termasuk kedalam besaran pokok dapat dilihat pada tabel berikut :

- Besaran Turunan: Besaran yang dirumuskan dari besaran-besaran pokok. Contoh : Kecepatan, Percepatan, Gaya
Matematis
- besaran Skalar : adalah besaran yang hanya ditentukan oleh besarnya atau nilainya saja. Contoh : panjang, massa, waktu, kelajuan, dan sebagainya.
- Besaran Vektor : adalah Besaran yang selain ditentukan oleh besarnya atau nilainya,juga ditentukan oleh arahnya. Contoh : kecepatan, percepatan, gaya dan sebagainya.
Dimensi
Dimensi menyatakan esensi dari suatu besaran fisika yang tidak bergantung pada satuan yang digunakan. Dimensi dari suatu besaran dapat dilihat pada tabel di atas.
VEKTOR
Penjumlahan vector:
v = f1 + f2
Pengurangan vector:
V = f1 – f2
VEKTOR
Penjumlahan vector:
v = f1 + f2
Pengurangan vector:
V = f1 – f2
Perkalian vector:
dot product (skalar)
A . B = AB cos θ
cross product (vektor)
A x B = AB sin θ
Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 09.07 0 komentar
PERTEMUAN 2 : KINEMATIKA
Kinematika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari gerak titik partikel secara geometris, yaitu meninjau gerak partikel tanpa meninjau penyebab geraknya.
GERAK YANG DIPELAJARI
1. Gerak 1 dimensi : lintasan berbentuk garis lurus
- Gerak lurus beraturan (GLB)
- Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
- Gerak lurus berubah tidak beraturan
2. Gerak 2 dimensi : lintasan berada dalam sebuah bidang datar
- Gerak melingkar
- Gerak parabola
3. Gerak 3 dimensi lintasan berada dalam ruang
4. Gerak Relatif
BESARAN FISIKA DALAM KINEMATIKA
1. Perpindahan (displacement)
2. Kecepatan (velocity)
3. Percepatan (accelaration)
KELAJUAN DAN KECEPATAN RATA-RATA
Xt = panjang lintasan dalam suatu waktu (m)
Xo = panjang lintasan awal (m)
V = Kecepatan (ms-2)
t = waktu (s)
V = kecepatan rata – rata (ms-1)
X1 = posisi awal (m) t1 = waktu awal (s)
X2 = posisi akhir (m) t2 = waktu akhir (s)
Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 08.36 0 komentar
PERTEMUAN 3 : DINAMIKA
Dinamika adalah bagian mekanika yang meliputi telaah tentang gerak gan gaya-gaya yang menyebabkan gerak. Dinamika dapat digambarkan dengan hukum Newton I,Newton II dan Newton III.
HUKUM NEWTON I
Hukum I menyatakan “Sebuah benda akan berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan apabila resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol.
Dirumuskan ∑ F = 0.
Gaya adalah penyebab terjadi gerakan pada benda.
Gaya normal adalah gaya reaksi dari gaya berat yang dikerjakan pada benda terhadap bidang dimana benda itu terletak dan tegak lurus bidang.
N = mg; g = percepatan gravitasi (ms-2)
Hukum II Newton
Hukum II menyatakan “Benda akanmengalami percepatan jika ada gaya yang bekerja pada benda tersebut dimana gaya ini sebanding dengan suatu kontanta dan percepatannya”.
Dirumuskan ∑ F = m . a
Gaya gesek adalah Gaya yang melawan gerak relatif antara 2 benda yang bersentuhan. Ada 2 keadaan gaya gesek, yaitu:
- Keadaan diam (statik) fs = µs . N
- Keadaan bergerak (kinetik) fk = µk . N
µS = koefisien gesek statik, µk = koefisien gesek kinetic
3. Hukum III Newton
HukumIII menyatakan “ Dua benda yang berinteraksi akan timbul gaya pada masing-masing benda tersebut yang arahnya berlawanan dan besarnya sama.
Dirumuskan F (aksi) = F(reaksi)
Label: FISIKA
Diposting oleh OSS Lovers Admin di 06.59 0 komentar

